Bosan dengan aktifitas pekerjaan sehari-hari, salah satu cara mengusirnya adalah dengan berwisata. Tujuan kami adalah destinasi wisata yang ada di Sumatera Barat, karena daerah ini kaya akan destinasi wisata baik wisata budaya, kuliner, danau, pantai, gunung, lembah, ngarai dll yang indah-indah. Setelah dipertimbangkan dengan obyek wisata yang belum pernah kami kunjungi, akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi obyek wisata yang baru dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 10 November 2015 yang lalu yaitu Kawasan Wisata Mandeh.
Kawasan Mandeh terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Berjarak 56 kilometer atau sekitar satu jam perjalanan darat dari Kota Padang ibukota Provinsi Sumatera Barat. Karena kami dari Pekanbaru membawa mobil pribadi tidak begitu kesulitan untuk mencapai lokasi tujuan tersebut. Bagi anda yang belum pernah ke lokasi ini, ada beberapa alternatif cara untuk mencapai lokasi wisata ini :
1. Dari Bandara Internasional Minangkabau, anda membutuhkan transportasi menuju Kota Padang dengan bus DAMRI atau bus antar kota dikenakan tarif Rp. 25.000, setelah itu melanjutkan dengan travel ke Pasar Tarusan, dengan tarif Rp. 20.000. Setelah itu bisa menggunakan becak motor (bentor) ke Pelabuhan Carocok Tarusan dengan biaya sekitar Rp. 5.000.
2. Dari Pelabuhan Teluk Bayur, anda bisa menggunakan kapal cepat dari Pelabuahan Teluk Bayur atau dengan menggunakan kapal wisata Bintang Mandeh, dari pelabuhan Muaro Padang dikenakan tarif Rp. 300.000 sebelum sampai ke Pantai Cerocok Painan.
1. Pulau Setan
2. Pulau Sironjong Kecil.
Setelah melewati Pulau Cubadak, akhirnya sampailah ke arena snorkeling si sekitar Pulau Sironjong Kecil. Kami sekeluarga dengan peralatan snorkeling melihat keindahan bawah laut pulau ini. Bentangan aneka ragam terumbu karang dasar laut yang indah disertai ratusan spesies ikan laut yang indah dan warna-warni yang memanjakan mata wisatawan termasuk kami. Dalam hati saya berdecak kagum akan betapa kuasa Tuhan yang menciptakan semua ini.
Sampai di pintu gerbang Pelabuhan Cerocok Tarusan biasanya sudah banyak penghubung/semacam calo yang menawarkan wisatawan dengan pengemudi kapal motor penyedia jasa wisata disana. Harga kapal motor lewat calo jauh lebih mahal daripada langsung ke pengemudi kapal motor. Kami berhenti di depan rumah-rumah para nelayan yang menyediakan tempat parkir mobil dengan tarif parkir Rp. 10.000.
Sebelum anda memasuki kawasan wisata bahari pulau Mandeh, sebaiknya anda siapkan perlengkapan yang mau dibawa berwisata, seperti : kamera, handphone maupun handycam untuk mengabadikan momen-momen menyenangkan selama wisata di sini, makanan kecil, makan siang/sore, tikar (daripada anda menyewa tikar di Pulau setan dengan harga Rp. 20.000, perlengkapan snorkling (yang bisa disewa dari penyedia jasa Rp. 10.000/orang), baju ganti, handuk, perlengkapan mandi dll)
Untuk menyeberangi, menjelajahi dan menikmati keindahan dan atraksi-atraksi menarik di pulau-pulau di sekitar kawasan wisata Mandeh, anda harus menyewa perahu motor. Tarif kapal motor berkisar antara Rp. 400.000 sampai dengan Rp. 650.000 per kapal yang akan mengikuti kemana pun wisatawan ingin berlayar. Tarif perahu motor tersebut bisa ditawar sesuai dengan lama tidaknya atau jauh dekatnya pulau yang ingin kita inginkan. Kapal motor ini mempunyai kapasitas untuk 20 orang termasuk pengemudinya. Jika anda pergi dengan sedikit orang, anda bisa mengajak rombongan lain hingga berjumlah 19 orang, biaya kapal yang ditanggung per orang menjadi semakin murah.
Setelah negosiasi dengan para pemilik perahu motor akhirnya kami memutuskan menggunakan perahu motor milik Pak Jundan dengan harga Rp. 650.000 yah agak mahal sih, karena hanya satu rombongan terdiri dari 4 orang sekeluarga. Menurut Pak Jundan apabila bisa mendatangkan atau membawa rombongan minimal dicukupkan untuk 3 perahu motor bisa dengan harga Rp. 400.000.
Menggunakan perahu motor Pak Jundan kami mulai berlayar menuju pulau-pulau di kawasan wisata bahari Mandeh dengan rute sebagai berikut :
1. Pulau Setan
![]() |
| Pemandangan indah diambil dari Pulau Setan |
Menurut Pak Jundan sebenarnya nama pulau tersebut adalah pulau Sutan (diambil dari nama orang yang dulunya berjasa merawat dan mengurus pulau ini), namun lama-kelamaan karena dialek dan enak diucapkan berubah menjadi pulau Setan. Pulau ini ternyata tidak seseram namanya, pulau cantik dengan pasirnya yang putih lembut ini. Disini kita bisa berenang-renang di pinggir pantai, duduk-duduk menikmati pemandangan. Selain itu kita bisa bermain aneka permainan air yang disediakan oleh pengelola seperti banana boat, donat boat, kupu-kupu atau jet ski yang tentunya sangat menyenangkan.
Di pulau ini juga disediakan warung-warung aneka makanan dan minuman untuk wisatawan juga tikar-tikar yang disewakan oleh warga sekitar untuk duduk-duduk menikmati pemandangan pulau dengan tarif sekitar Rp. 20.000 per tikar. Kami sekeluarga setelah puas berenang-renang, bermain aneka permainan air dan makan siang di pinggiran pantai pulau setan disertai hembusan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan akhirnya menuju rute ke-2.
![]() |
| Berenang-renang di Pulau Setan |
Pulau Sironjong Kecil atau Sironjong Ketek (bahasa Minang) merupakan pulau-pulau yang berbatu cadas yang eksotis. Sebelum menuju pulau ini kita dari Pulau Setan dengan kapal motor menuju ke Pulau Sironjong Kecil akan melewati salah satu pulau yang terbesar di kawasan wisata Mandeh ini, yaitu Pulau Cubadak.
Pulau Cubadak merupakan pulau eksotis nan cantik dengan luas 706 ha yang mendunia karena telah terkenal di dunia karena sudah dikelola secara profesional oleh orang Italia bernama Gian Luigi Casalegno (dikenal dengan nama Mr. Nanni di bawah bendera Cubadak Paradiso Di pulau ini telah disediakan fasilitas-fasiltas lengkap untuk wisatawan baik penginapan atau resor, bungalow, kapal sped boot, fasilitas snorkeling, scuba diving, canoes, sailing, trekking ke puncak pulau Cubadak dll. Konon untuk menginap di resor Cubadak Paradiso dikenakan tarif sekitar Rp. 1.560.000 per malam (cukup mahal tapi harganya sesuai dengan kepuasan wisatawan).
![]() |
| Pulau Cubadak dari kejauhan |
![]() |
| Pulau Sironjong Kecil (ditengah) dari kejauhan |
| Add caption |
Merupakan obyek wisata yang terakhir kami kunjungi, obyek wisata ini terletak di daerah Sungai Nyalo. Untuk menuju lokasi sungai gemuruh tersebut kami melewati hutan mangrove/hutan bakau yang masih asri nan indah. Nahkoda perahu motor perlu bekerja ekstra hati-hati untuk melewati hutan mangrove ini, berulang kali Pak Jundan harus menghindari ranting-ranting pohon bakau di samping kiri-kanan dan akar-akar pohon bakau di bawah perahu motor supaya perahu motor tidak terhambat. Dan di ujung hutan mangrove tersebut akhirnya sampailah pada lokasi sungai gemuruh.
![]() |
| Hamparan hutan mangrove terlihat di kiri kanan saat menuju Sungai Gemuruh |
![]() |
| Aktivitas mandi-mandi & berenang di sungai gemuruh |
Sungai gemuruh merupakan sungai air tawar dengan air terjun kecil dan bebatuan besar yang indah. Airnya cukup jernih dingin dan segar untuk mandi-mandi. Sungai gemuruh menggoda kami sekeluarga untuk mandi-mandi dan bermain air disini. Setelah sore hari dan sudah puas mandi-mandi, bilas dan mengganti baju akhirnya kami kembali ke dermaga Caracok Tarusan tempat start kami awalnya.
![]() |
| Melihat kapal-kapal penangkap ikan saat kembali ke dermaga Cerocok Tarusan |
Demikian akhir cerita one day tour kami di kawasan Mandeh yang tak terlupakan dan mengajak kami untuk kembali di lain waktu. Masih banyak obyek wisata lain di kawasan ini yang belum kami kunjungi misalnya, menyelam di tempat karamnya kapal milik belanda MV. Boelongan yang tenggelam di laut kawasan ini pada kedalaman 17 - 28 meter karena di bombardi Jepang pada tahun 1942. Atau ke desa Kapo-kapo di ujung pulau Cubadak yang indah atau ke Pulau Sironjong Besar yang belum kami singgahi. Dan tentunya Pulau Cubadak (yang dikelola Cubadak Paradiso) yang sudah termasyur sampai manca negara yang biaya masuknya cukup mahal dan orang-orang Indonesia hanya hari-hari tertentu boleh masuk ke pulau tersebut. Yeah.. mudah-mudahan bisa terwujud di suatu hari nanti.









No comments:
Post a Comment